IWAN FALS

Ijinkan Aku Menyayangimu

Andai kau ijinkan
Walau sekejap memandang
Kubuktikan padamu
Aku memiliki rasa

Cinta yang ku pendam
Tak sempat aku nyatakan
Karena kau telah memilih
Menutup pintu hatimu

Ijinkan aku membuktikan
Inilah kesungguhan rasa
Ijinkan aku menyayangimu

Sayangku ooh
Dengarkanlah isi hatiku
Cintaku ooh
Dengarkanlah isi hatiku

Bila cinta tak menyatukan kita
Bila kita tak mungkin bersama
Ijinkan aku tetap menyayangimu

Sayangku ooh
Dengarkanlah isi hatiku
Cintaku ooh
Dengarkanlah isi hatiku

Aku sayang padamu
Ijinkan aku membuktikan

 

Senandung Lirih

Kau wanita terindah
Yang pernah kutaklukkan
Kau kenapa kau pergi
Kenapa kau pergi

Kau wanita terhebat
Yang pernah memelukku
Kau kenapa kau pergi
Kenapa kau pergi

Helai udara disekitarku
Senandung lirih namamu
Tiap sudut kota yang ku datangi
Senandung lirih namamu

Kau wanita termegah
Yang pernah kudapatkan
Kau kemana kau pergi
Kemana kau pergi

Semoga kau temukan apa yang kau cari
Yang tak kau dapatkan dari aku
Semoga kau temukan apa yang kau cari
Yang tak kau dapatkan dari aku

Helai udara disekitarku
Senandung lirih namamu
Kemana pun kau akan melangkah
Aku yang selalu mengenangmu
Kemana pun kau akan melangkah
Aku yang selalu mengenangmu

La la la la la
La la la la la
La la la la la
Ooh

 

Rinduku

Tolong rasakan ungkapan hati
rasa saling memberi
agar semakin erat hati kita
jalani kisah yang ada

*
ku tak pernah merasa jemu
jika kau selalu disampingku
begitu nyanyian rinduku
terserah apakah katamu

rambutmu matamu bibirmu kurindu
senyummu candamu tawamu kurindu

beri aku waktu sedetik lagi
menatap wajahmu
esok hari ini atau nanti
mungkin tak kembali

Back to *

rambutmu matamu bibirmu kurindu
senyummu candamu tawamu kurindu

 

Ujung Aspal Pondok Gede

di kamar ini aku dilahirkan
di bale bambu buah tangan bapakku
di rumah ini aku dibesarkan
dibelai mesra lentik jari ibuku
nama dusunku ujung aspal pondok gede
rimbun dan anggun
ramah senyum penghuni dusunku

kambing sembilan motor tiga
bapak punya
ladangnya luas habis sudah sebagai gantinya

sampai saat tanah moyangku
tersentuh sebuah rencana
demi serakahnya kota
terlihat murung wajah pribumi
terdengar langkah hewan bernyanyi

di depan masjid
samping rumah wakil pak lurah
tempat dulu kami bermain
mengisi cerahnya hari

namun sebentar lagi
angkuh tembok pabrik berdiri
satu persatu sahabat pergi
dan tak kan pernah kembal

Bung Hatta

Tuhan terlalu cepat semua
Kau panggil satu-satunya yang tersisa
Proklamator tercinta…

Jujur lugu dan bijaksana
Mengerti apa yang terlintas dalam jiwa
Rakyat Indonesia…

Reff :

Hujan air mata dari pelosok negeri
Saat melepas engkau pergi…
Berjuta kepala tertunduk haru

Terlintas nama seorang sahabat
Yang tak lepas dari namamu…

Terbayang baktimu, terbayang jasamu
Terbayang jelas… jiwa sederhanamu
Bernisan bangga, berkapal doa
Dari kami yang merindukan orang
Sepertimu…

Kembali ke Reff.


One Response to “IWAN FALS”

  1. hidup bang iwan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: