Jazz

Jazz

Jazz adalah aliran musik yang berasal dari Amerika Serikat pada awal abad ke-20 dengan akar-akar dari musik Afrika dan Eropa.

Musik jazz banyak menggunakan gitar, trombon, piano, terompet, dan saksofon. Salah satu elemen penting dalam jazz adalah sinkopasi.

Aliran-aliran dalam jazz

More...

Big band

Big band adalah sebuah bentuk ansambel musik yang memainkan musik jazz dan yang menjadi populer pada Era Swing dari 1935 hingga akhir 1940-an. Big band biasanya terdiri atas 12 hingga 19 pemain musik dan menggunakan alat-alat musik saksofon, trompet, trombon, dan sebuah seksi ritme. Istilah band jazz, orkestra jazz, dan band dansa juga digunakan untuk merujuk kepada jenis ansambel ini.

Berbeda dengan kombo jazz yang lebih kecil, yang musiknya kebanyakan diimprovisasi, atau diciptakan secara spontan, musik yang dimainkan oleh big band ‘diaransemen‘, atau dipersiapkan jauh sebelumnya dengan matang, serta dicatat pada lembaran musik. Penampilan solo yang diimprovisasi hanya dimainkan apabila si pembuat aransemen memintanya.

Sejarah dan gaya

Ada dua periode yang berbeda di dalam sejarah band populuer. Big band, yang saat itu biasanya terdiri atas 10-13 alat musik, kemudian mendominasi musik pop pada pertengahan tahun 1920-an. Pada waktu itu, mereka biasanya memainkan bentuk jazz yang manis, termasuk atau atau lebih biola, yang kemudian tidak digunakan lagi setelah pertengahan 1930-an. Yang khas dari genre ini adalah artis-artis populer seperti Paul Whiteman dan Ted Lewis.

Band-band manis populer lainnya termasuk band yang dipimpin oleh

  • Harry Reser,

  • Leo Reisman,

  • Abe Lyman,

  • Nat Shilkret,

  • George Olsen,

  • Ben Bernie,

  • Bob Haring,

More...

Bebop

Bebop Menurut beberapa sumber yang relevan, Bop adala sebuah type dari breakdance, yang dibuat oleh Keneth Bob Mill’s. Bop dansa bentuk baru, mengkombinasikan pergerakan lengan/tangan yang smooth (ex “robot”) dan koordinsi yang skillfully dengan gerakan kaki.

Bebop Kisaran: 1940-50 “Secara teknis, bebop berkarakter tempo cepat, harmoni komplex, melodiyang penuh perubahan, dan rhythm sections yang laid down a steady beat only on the bass and the drummer’s ride cymbal. Bebop tunes were often labyrinthine, full of surprising twists and turns. All these factors – plus the predominance of small combos in bebop – set the music apart from the Swing bands of the 1930s.” – from David H. Rosenthal’s book, Hard Bop, published by Oxford Paperbacks, New York, 1992 And coming out of bebop, with the assistance of Miles Davis, and a few other cats, came Cool, and, following closely on its heels and borrowing the suffix, Hard Bop.

Bassists Ray Brown, Charles Mingus Composers Tadd Dameron Drummers Art Blakey, Max Roach, and Kenny Clarke Pianists Thelonious Monk and Bud Powell Saxophonists Charlie Parker, Jackie McLean, Sonny Stitt, and Dexter Gordon Trombonists J.J. Johnston Trumpeters “Dizzy” Gillespie, Fats Navarro, Miles Davis, and Kenny Dorham

Karena bebop membutuhkan teknik permainan yang tinggi, di Indonesia tercatat hanya Bubi, musisi yang piawai memainkan aliran ini.

Pada akhir tahun 30-an, Swing telah menjadi bisnis hiburan yang besar dan merupakan bisnis musik yang paling bagus pada saat itu sampai dijuluki “greatest music of all time”. Kata “Swing” menjadi daya tarik penjualan yang bagus dan dikaitkan untuk penjualan produk-produk dari rokok sampai pakaian wanita, dan jika musik sudah disesuaikan untuk permintaan komersial seringkali menjadi suatu persoalan klise yang tidak ada habisnya.

Dalam jazz seringkali ketika suatu gaya atau cara bermainnya menjadi komersial, perkembangannya malahan akan sebaliknya karena ada beberapa grup musisi yang menginginkan menemukan sesuatu yang baru dan hal inilah yang terjadi pada waktu itu dan merupakan reaksi perlawanan dari gaya mode Swing yang merebak pada waktu itu.

Perkembangan musik baru ini (yang mendorong pertama kali) berasal dari Kansas City dan sebagian besar musisi-musisi tersebut berdiam di Harlem (terutama di tempat yang disebut Minton’s Playhouse) dan sekali lagi dimulailah suatu era baru. Pada waktu itu memang musik baru tidak berkembang dan tidak ditemukan suatu kreasi baru dalam band-band yang bermain, hal ini disebabkan karena para penganut gaya lama hanya membuat atau menulis lagu-lagu untuk musik Swing yang komersial, dan gaya yang baru hanya dibentuk oleh para pemainnya secara sendiri-sendiri yang dengan suatu upaya kesadaran penuh berusaha membuat sesuatu yang baru tetapi itupan baru pada permainan-permainan individu instrumen mereka dan belum mempengaruhi gaya musik grup bandnya secara keseluruhan.

Tetapi di Minton’s Playhouse ini para musisinya berkumpul dan menciptakan suatu gaya musik baru atau yang mereka nyatakan sebagai modern jazz (pada waktu itu) dan Minton’s akhirnya menjadi suatu titik sentral yang penting dalam perkembangan gaya baru tersebut seperti halnya New Orleans pada era sebelumnya.

Dan gaya yang baru ini akhirnya dinamakan Bebop, kata tersebut rupanya untuk mencerminkan suatu bunyi atau suara dari interval musik yang indah yaitu : Flatted Fifth. Istilah ini seperti pernah diterangkan oleh Dizzy Gilliespie seorang trumpeter yang juga merupakan salah satu exponen penting dalam era bebop ini bahwa “bebop” merupakan sesuatu tentang ekspresi jazz dan orang sudah dikatakan memainkan bebop pada saat dia bermain dan secara spontan pemain tersebut atau para musisinya melakukan atau “menyanyikan” suatu loncatan melodi (“melodic leaps”).

Flatted fifth menjadi suatu interval yang sangat penting pada bebop, atau kemudian disebut bop. Sampai kemudian, hal tersebut (flatted fifth) dianggap sesuatu suara yang “salah”, meskipun hal tersebut digunakan dalam passing chord untuk menghasilkan efek harmoni tertentu, dan hal ini sebetulnya pernah dilakukan oleh Duke Ellington dan Willie “The Lion” Smith pada sekitar akhir tahun 20- an. Tetapi sekarang hal tersebut merupakan suatu karakteristik gaya yang menyatu, seperti harmoni dasar yang dekat dengan bentuk-bentuk awal jazz yang diperluas secara konstan.Kalau kita amati selama 10 hingga 12 tahun flatted fifth telah menjadi seperti “blue note” pada era sebelumnya.

Minton Place’s merupakan tempat bertemunya beberapa musisi penting seperti Thelonious Monk, piano; Kenny Clarke, drums; Charlie Christian, piano; Peniup Trumpet, Dizzy Gilespie dan Pemain Sax Alto, Charlie Parker. Kemudian pada akhirnya muncullah orang-orang yang benar-benar jenius pada modern jazz seperti Louis Armstrong yang juga dikenal sebagai tokoh jenius jazz tradisional pada masanya.

Salah satu musisi yaitu Charlie Christian, yang tidak hanya sebagai pelopor jazz modern, namun juga banyak memberikan sentuhan dari era Swing yang kemudian berujung menjadi sebuah landasan didalam pengembangannya. Dimana hal tersebut memberikan sebuah jembatan penghubung antara swing dengan bebop yang melahirkan orang-orang yang kampiun didalam memainkan bebop. Diantara orang-orang yang melakukan seperti hal tersebut adalah Clyde Hart, pianis; Trumpetist, Roy Eldrige; Lester Young, Tenors; Jimmy Blanton, bassist; Drummers, Jo Jones dan Dave Tough serta Gitarist Charlie Christian.

Bagi pendengar pada era sekarang bebop memiliki ciri khas yang dirasakan sebagai ungkapan kegelisahan dan kadang-kadang terdengar melodi yang terpotong-potong dan dimainkan dalam tempo cepat. Setiap note yang tidak penting ditiadakan. Dan permainan memerlukan suatu keseriusan yang tinggi. Seorang musisi bebop mengungkapkan “Everything that is obvious is excluded”. Jadi hal ini merupakan cara atau teknik permainan yang cepat yang dapat dianalogikan seperti kita menulis stenografi yaitu cara menulis yang memberikan kesan terburu-buru.

Pada saat mereka bermain bersama, ada suatu kerangka dasar yang selalu dilakukan yaitu berimprovisasi. Dan mereka kerap kali melakukan improvisasi secara serentak. Contohnya yang dilakukan oleh 2 orang pemain horn yaitu trumpeter Dizzy Gillespie dan Saxophonist Charlie Parker yang dianggap sebagai orang-orang jenius dalam era bebop ini.

Pola penyesuaian yang biasanya dilakukan oleh musisi sebelum melakukan improvisasi adalah memperkenalkan suatu bunyi baru dan itu memunculkan suatu sikap/pandangan baru. Dalam psikologi musik dikenal suatu penyesuaian contohnya sebuah karya Bethoven “Ode to Joy” dan awal dari motif utama dari bagian pertama dari Symphony Bethoven nomer Sembilan hingga musik Bedouin North Afrika dan paduan suara dari daerah Arab. Dibawah pengaruh dari avant garde bop sound, ada banyak musisi jazz yang tidak mengetahui apa yang dapat membuat hal ini sebagai bahagian dari evolusi sebuah musik.

Bebop Menurut beberapa sumber yang relevan, Bop adala sebuah type dari breakdance, yang dibuat oleh Keneth Bob Mill’s. Bop dansa bentuk baru, mengkombinasikan pergerakan lengan/tangan yang smooth (ex “robot”) dan koordinsi yang skillfully dengan gerakan kaki.

Bebop Kisaran: 1940-50 “Secara teknis, bebop berkarakter tempo cepat, harmoni komplex, melodiyang penuh perubahan, dan rhythm sections yang laid down a steady beat only on the bass and the drummer’s ride cymbal. Bebop tunes were often labyrinthine, full of surprising twists and turns. All these factors – plus the predominance of small combos in bebop – set the music apart from the Swing bands of the 1930s.” – from David H. Rosenthal’s book, Hard Bop, published by Oxford Paperbacks, New York, 1992 And coming out of bebop, with the assistance of Miles Davis, and a few other cats, came Cool, and, following closely on its heels and borrowing the suffix, Hard Bop.

Bassists Ray Brown, Charles Mingus Composers Tadd Dameron Drummers Art Blakey, Max Roach, and Kenny Clarke Pianists Thelonious Monk and Bud Powell Saxophonists Charlie Parker, Jackie McLean, Sonny Stitt, and Dexter Gordon Trombonists J.J. Johnston Trumpeters “Dizzy” Gillespie, Fats Navarro, Miles Davis, and Kenny Dorham

Karena bebop membutuhkan teknik permainan yang tinggi, di Indonesia tercatat hanya Bubi, musisi yang piawai memainkan aliran ini.

Pada akhir tahun 30-an, Swing telah menjadi bisnis hiburan yang besar dan merupakan bisnis musik yang paling bagus pada saat itu sampai dijuluki “greatest music of all time”. Kata “Swing” menjadi daya tarik penjualan yang bagus dan dikaitkan untuk penjualan produk-produk dari rokok sampai pakaian wanita, dan jika musik sudah disesuaikan untuk permintaan komersial seringkali menjadi suatu persoalan klise yang tidak ada habisnya.

Dalam jazz seringkali ketika suatu gaya atau cara bermainnya menjadi komersial, perkembangannya malahan akan sebaliknya karena ada beberapa grup musisi yang menginginkan menemukan sesuatu yang baru dan hal inilah yang terjadi pada waktu itu dan merupakan reaksi perlawanan dari gaya mode Swing yang merebak pada waktu itu.

Perkembangan musik baru ini (yang mendorong pertama kali) berasal dari Kansas City dan sebagian besar musisi-musisi tersebut berdiam di Harlem (terutama di tempat yang disebut Minton’s Playhouse) dan sekali lagi dimulailah suatu era baru. Pada waktu itu memang musik baru tidak berkembang dan tidak ditemukan suatu kreasi baru dalam band-band yang bermain, hal ini disebabkan karena para penganut gaya lama hanya membuat atau menulis lagu-lagu untuk musik Swing yang komersial, dan gaya yang baru hanya dibentuk oleh para pemainnya secara sendiri-sendiri yang dengan suatu upaya kesadaran penuh berusaha membuat sesuatu yang baru tetapi itupan baru pada permainan-permainan individu instrumen mereka dan belum mempengaruhi gaya musik grup bandnya secara keseluruhan.

Tetapi di Minton’s Playhouse ini para musisinya berkumpul dan menciptakan suatu gaya musik baru atau yang mereka nyatakan sebagai modern jazz (pada waktu itu) dan Minton’s akhirnya menjadi suatu titik sentral yang penting dalam perkembangan gaya baru tersebut seperti halnya New Orleans pada era sebelumnya.

Dan gaya yang baru ini akhirnya dinamakan Bebop, kata tersebut rupanya untuk mencerminkan suatu bunyi atau suara dari interval musik yang indah yaitu : Flatted Fifth. Istilah ini seperti pernah diterangkan oleh Dizzy Gilliespie seorang trumpeter yang juga merupakan salah satu exponen penting dalam era bebop ini bahwa “bebop” merupakan sesuatu tentang ekspresi jazz dan orang sudah dikatakan memainkan bebop pada saat dia bermain dan secara spontan pemain tersebut atau para musisinya melakukan atau “menyanyikan” suatu loncatan melodi (“melodic leaps”).

Flatted fifth menjadi suatu interval yang sangat penting pada bebop, atau kemudian disebut bop. Sampai kemudian, hal tersebut (flatted fifth) dianggap sesuatu suara yang “salah”, meskipun hal tersebut digunakan dalam passing chord untuk menghasilkan efek harmoni tertentu, dan hal ini sebetulnya pernah dilakukan oleh Duke Ellington dan Willie “The Lion” Smith pada sekitar akhir tahun 20- an. Tetapi sekarang hal tersebut merupakan suatu karakteristik gaya yang menyatu, seperti harmoni dasar yang dekat dengan bentuk-bentuk awal jazz yang diperluas secara konstan.Kalau kita amati selama 10 hingga 12 tahun flatted fifth telah menjadi seperti “blue note” pada era sebelumnya.

Minton Place’s merupakan tempat bertemunya beberapa musisi penting seperti Thelonious Monk, piano; Kenny Clarke, drums; Charlie Christian, piano; Peniup Trumpet, Dizzy Gilespie dan Pemain Sax Alto, Charlie Parker. Kemudian pada akhirnya muncullah orang-orang yang benar-benar jenius pada modern jazz seperti Louis Armstrong yang juga dikenal sebagai tokoh jenius jazz tradisional pada masanya.

Salah satu musisi yaitu Charlie Christian, yang tidak hanya sebagai pelopor jazz modern, namun juga banyak memberikan sentuhan dari era Swing yang kemudian berujung menjadi sebuah landasan didalam pengembangannya. Dimana hal tersebut memberikan sebuah jembatan penghubung antara swing dengan bebop yang melahirkan orang-orang yang kampiun didalam memainkan bebop. Diantara orang-orang yang melakukan seperti hal tersebut adalah Clyde Hart, pianis; Trumpetist, Roy Eldrige; Lester Young, Tenors; Jimmy Blanton, bassist; Drummers, Jo Jones dan Dave Tough serta Gitarist Charlie Christian.

Bagi pendengar pada era sekarang bebop memiliki ciri khas yang dirasakan sebagai ungkapan kegelisahan dan kadang-kadang terdengar melodi yang terpotong-potong dan dimainkan dalam tempo cepat. Setiap note yang tidak penting ditiadakan. Dan permainan memerlukan suatu keseriusan yang tinggi. Seorang musisi bebop mengungkapkan “Everything that is obvious is excluded”. Jadi hal ini merupakan cara atau teknik permainan yang cepat yang dapat dianalogikan seperti kita menulis stenografi yaitu cara menulis yang memberikan kesan terburu-buru.

Pada saat mereka bermain bersama, ada suatu kerangka dasar yang selalu dilakukan yaitu berimprovisasi. Dan mereka kerap kali melakukan improvisasi secara serentak. Contohnya yang dilakukan oleh 2 orang pemain horn yaitu trumpeter Dizzy Gillespie dan Saxophonist Charlie Parker yang dianggap sebagai orang-orang jenius dalam era bebop ini.

Pola penyesuaian yang biasanya dilakukan oleh musisi sebelum melakukan improvisasi adalah memperkenalkan suatu bunyi baru dan itu memunculkan suatu sikap/pandangan baru. Dalam psikologi musik dikenal suatu penyesuaian contohnya sebuah karya Bethoven “Ode to Joy” dan awal dari motif utama dari bagian pertama dari Symphony Bethoven nomer Sembilan hingga musik Bedouin North Afrika dan paduan suara dari daerah Arab. Dibawah pengaruh dari avant garde bop sound, ada banyak musisi jazz yang tidak mengetahui apa yang dapat membuat hal ini sebagai bahagian dari evolusi sebuah musik.


One Response to “Jazz”

  1. ya terus menulis khasanah dunia timur memang sangat kurang diangkat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: