Bhory Metal Madness

•March 7, 2007 • 16 Comments

 

Musik adalah bunyi yang diterima oleh individu dan berbeda-beda berdasarkan sejarah, lokasi, budaya dan selera seseorang. Definisi sejati tentang musik juga bermacam-macam:

  • Bunyi yang dianggap enak oleh pendengarnya

  • Segala bunyi yang dihasilkan secara sengaja oleh seseorang atau kumpulan dan disajikan sebagai musik

Beberapa orang menganggap musik tidak berwujud sama sekali.

Musik menurut Aristoteles mempunyai kemampuan mendamaikan hati yang gundah, mempunyai terapi rekreatif dan menumbuhkan jiwa patriotisme.

 

Instrumen-instrumen musik

  • Alat musik tradisional
  1. Alat musik petik: gitar, kecapi, sasando, banjo, ukulele, mandolin, harpa, gambus

  2. Alat musik gesek: biola, rebab, cello

  3. Alat musik ketuk: organ, piano, harpsichord,

  4. Alat musik tiup: seruling, terompet, trombone, harmonika, pianika, recorder sopran,

  5. Alat musik pukul: tamborin, jidor, rebana, gamelan,
  • Alat musik modern: gitar listrik, organ, akordeon, drum,

Aliran-aliran musik

 

Berikut adalah daftar aliran/genre utama dalam musik. Masing-masing genre terbagi lagi menjadi beberapa sub-genre. Pengkategorian musik seperti ini, meskipun terkadang merupakan hal yang subjektif, namun merupakan salah satu ilmu yang dipelajari dan ditetapkan oleh para ahli musik dunia.

Dalam beberapa dasawarsa terakhir, dunia musik mengalami banyak perkembangan. Banyak jenis musik baru yang lahir dan berkembang. Contohnya musik triphop yang merupakan perpaduan antara beat-beat elektronik dengan musik pop yang ringan dan enak didengar. Contoh musisi yang mengusung jenis musik ini adalah Frou Frou, Sneaker Pimps dan Lamb. Ada juga hip-hop rock yang diusung oleh Linkin Park. Belum lagi dance rock dan neo wave rock yang kini sedang in. banyak kelompok musik baru yang berkibar dengan jenis musik ini, antara lain Franz Ferdinand, Bloc Party, The Killers, The Bravery dan masih banyak lagi.

Bahkan sekarang banyak pula grup musik yang mengusung lagu berbahasa daerah dengan irama musik rock, jazz dan blues. Grup musik yang membawa aliran baru ini di Indonesia sudah cukup banyak salah satunya adalah Funk de Java yang mengusung lagu berbahasa Jawa dalam musik rock.

Musik tegalan adalah salah satu jenis aliran musik yang tumbuh di wilayah kota Tegal dan sekitarnya. Pelopor aliran musik ini adalah Hadi Utomo, Nurngudiono, dan Lanang Setiawan. Nama terakhir adalah musisi tegalan yang tercatat paling produktif menciptakan lagu-lagu tegalan, melalui cara indie label. Namun lantaran belum adanya pengakuan wilayah Tegal sebagai pusat budaya Jawa, menyebabkan musik tegalan hingga sekarang tidak masuk dalam salah satu genre musik musik daerah.

Pengamat musik Tegal Joshua Igho BG menilai, beberapa pencipta lagu tegalan yang masih eksis saat ini tidak lebih hanya meramu musik Jawa, Cirebonan, dan dangdut yang yang yang dibumbui dengan lirik berbahasa Tegal. Hal tersebut dapat dimaklumi karena letak wilayah Tegal yang terapit di antara kultur Jawa Tengah dan Cirebon (Jawa Barat) sehingga musik yang dihasilkan merupakan percampuran dari kedua kultur tersebut. Dengan kata lain, musik Tegalan belum dapat disebut sebagai musik daerah, meski menggunakan lirik berbahasa daerah (Tegal)

Tanjidor

More...

Tanjidor adalah sebuah kesenian Betawi yang berbentuk orkes. Kesenian ini sudah dimulai sejak abad ke-19. Alat-alat musik yang digunakan baisanya terdiri dari penggabungan alat-alat musik tiup, alat-alat musik gesek dan alat-alat musik perkusi. Biasanya kesenian ini digunakan untuk mengantar pengantin atau dalam acara pawai daerah. Tapi pada umumnya kesenian ini diadakan di suatu tempat yang akan dihadiri oleh masyarakat Betawi secara luas layaknya sebuah orkes.


 

 

dt22.jpg

Lagu daerah

Lagu daerah atau musik daerah, dalam artian istilahnya, adalah musik atau lagi yang dibuat oleh dan untuk orang-orang di daerah tertentu.

Musik daerah muncul dan paling dapat bertahan dalam suatu komunitas yang belum terpengaruhi komunikasi massa dan komersialisasi budaya. Jenis seni ini umumnya dibudidayakan oleh keseluruhan komunitas (dan bukan dipertunjukkan hanya oleh orang-orang yang ahli dalam bermusik), dan disampaikan secara lisan dan informal.

 

Keroncong

Keroncong adalah sejenis musik Indonesia yang memiliki hubungan historis dengan sejenis musik Portugis yang dikenal sebagai fado. Sejarah keroncong di Indonesia dapat ditarik hingga akhir abad ke-16, di saat kekuatan Portugis mulai melemah di Nusantara. Keroncong berawal dari musik yang dimainkan para budak dan opsir Portugis dari daratan India (Goa) serta Maluku. Bentuk awal musik ini disebut moresco.

Buaya Keroncong

Salah satu tokoh Indonesia yang memiliki kontribusi cukup besar dalam membesarkan musik keroncong adalah bapak Gesang. Lelaki asal kota Surakarta (Solo) ini bahkan mendapatkan santunan setiap tahun dari pemerintah Jepang karena berhasil memperkenalkan musik keroncong di sana. Salah satu lagunya yang paling terkenal adalah Bengawan Solo. Lantaran pengabdiannya itulah, oleh Gesang dijuluki “Buaya keroncong” oleh insan keroncong Indonesia, sebutan untuk pakar musik keroncong.

Asal muasal sebutan itu berkisar pada lagu ciptaannya, Bengawan Solo. Bengawan Solo adalah nama sungai yang berada di wilayah Surakarta. Seperti diketahui, buaya memiliki habitat di rawa dan sungai. Reptil terbesar itu di habitanya nyaris tak terkalahkan, karena menjadi pemangsa yang ganas. Nah kira-kira pengandaian semacam itulah yang mendasari mengapa Gesang disebut sebagai “Buaya Keroncong”.

Alat-alat musik

Alat musik yang dipakai dalam orkes keroncong mencakup:

  • Cukulele, gitar akustik kecil berdawai 3 (nylon), urutan nadanya adalah G, B dan E

  • Cak, gitar akustik kecil berdawai 4 (baja), urutan nadanya A, D, Fis, dan B. Jadi ketika alat musik lainnya memainkan tangga nada C, cak bermain pada tangga nada F (dikenal dengan sebutan In F)

  • Gitar akustik

  • Biola

  • Flute

  • Cello

  • Bass

Penjaga ritme dipegang oleh cukulele dan bas. Gitar dan bas mengatur peralihan chord. Biola berfungsi menuntun melodi. Flute merupakan hiasan (ornamen) yang melayang-layang mengisi ruang melodi yang kosong.

Jenis-jenis keroncong

Musik keroncong lebih condong pada irama (progresi chord) dan jenis alat yang digunakan. Sejak pertengahan abad ke-20 telah dikenal paling tidak tiga macam keroncong, yang dapat dikenali dari pola progresi akordnya. Bagi pemusik yang sudah memahami alurnya, mengiringi lagu-lagu keroncong sebenarnya tidaklah susah, sebab cukup menyesuaikan patern yang berlaku. Jika kemudian akan dikembangkan, maka hendaklah tetap menjaga konsistensi patern tersebut.

Keroncong asli

Keroncong asli memiliki bentuk lagu A – B – C. Kebanyakan dibawakan sebanyak dua kuplet utuh (dari atas). Alur chordnya seperti tersusun di bawah ini:

  • | I , , , | I , , , | v , , , | V , , , | II , , , | II , , , | V , , , | V , , , | V , , , | V , , , |

  • | IV , , ,| IV , , ,|IV , , , | V , , , | I , , , | I , , , | V , , , | V , , , | I , , , | IV , V , |

  • | I , , , | IV , V , | I , , ,| I , , , | V , , , | V , , , | I , , ,|

Keroncong asli terkadang juga di awali oleh prospel terlebih dahulu.Prospel adalah seperti intro yang mengarah ke nada/chord awal lagu, yang dilakukan oleh alat musik melodi seperti seruling/flute, biola, atau gitar.

Langgam

Bentuk lagu langgam ada dua versi. Yang pertama A – A – B – A dengan pengulangan dari bagian A kedua. Beda sedikit pada versi kedua, yakni pengulangannya langsung pada bagian B. Meski sudah memiliki bentuk baku, namun pada perkembangannya irama ini lebih bebas diekspresikan. Penyanyi serba bisa Hetty Koes Endang misalnya, dia sering merekam lagu-lagu non keroncong dan langgam menggunakan irama yang sama, dan kebanyakan tetap dinamakan langgam. Alur chord-nya sebagai berikut:

  • | I , , , | IV , V , | I , , , | I , , , | V , , , | I , , , | I , , , |

  • | I , , , | IV , V , | I , , , | I , , , | V , , , | I , , , | I , , , |

  • |IV , , , | IV , V , | I , , , | I , , , | II , , , | II , , , | V , , ,| V , , ,|

  • | I , , , | IV , V , | I , , , | I , , , | V , , , | I , , , | I , , , |

Bentuk adaptasi keroncong terhadap tradisi musik gamelan dikenal sebagai langgam Jawa, yang berbeda dari langgam yang dimaksud di sini. Langgam Jawa memiliki ciri khusus pada penambahan instrumen antara lain siter, kendang (bisa diwakili dengan modifikasi permainan cello ala kendang), saron, dan adanya bawa atau suluk berupa introduksi vokal tanpa instrumen untuk membuka sebelum irama dimulai secara utuh.

Stambul

Stambul merupakan jenis keroncong yang namanya diambil dari bentuk sandiwara yang dikenal pada akhir abad ke-19 hingga paruh awal abad ke-20 di Indonesia dengan nama Komedi stambul. Nama “stambul” diambil dari Istambul di Turki.

Stambul memiliki dua tipe progresi akord yang masing-masing disebut sebagai Stambul I dan Stambul II. Stambul diawali oleh penyanyi itu sendiri, atau intro lagu bukan dari alat musik melainkan dari penyanyi tanpa iringan instrumen terlebih dahulu. Contoh: Stb. Jauh Di Mata, Stb.II Dewa-dewi