<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>METAL MADNESS AREA</title>
	<atom:link href="http://bhorykotzen.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bhorykotzen.wordpress.com</link>
	<description>New Metal Era</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Jul 2007 13:12:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='bhorykotzen.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>METAL MADNESS AREA</title>
		<link>http://bhorykotzen.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://bhorykotzen.wordpress.com/osd.xml" title="METAL MADNESS AREA" />
	<atom:link rel='hub' href='http://bhorykotzen.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Bhory Metal Madness</title>
		<link>http://bhorykotzen.wordpress.com/2007/03/07/hello-world/</link>
		<comments>http://bhorykotzen.wordpress.com/2007/03/07/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Mar 2007 13:28:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bhorykotzen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[&#160; Musik adalah bunyi yang diterima oleh individu dan berbeda-beda berdasarkan sejarah, lokasi, budaya dan selera seseorang. Definisi sejati tentang musik juga bermacam-macam: Bunyi yang dianggap enak oleh pendengarnya Segala bunyi yang dihasilkan secara sengaja oleh seseorang atau kumpulan dan disajikan sebagai musik Beberapa orang menganggap musik tidak berwujud sama sekali. Musik menurut Aristoteles mempunyai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bhorykotzen.wordpress.com&amp;blog=850232&amp;post=1&amp;subd=bhorykotzen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">&nbsp;</p>
<div><embed src='http://widget-6d.slide.com/widgets/slideticker.swf' type='application/x-shockwave-flash' quality='high' scale='noscale' salign='l' wmode='transparent' flashvars='site=widget-6d.slide.com&channel=216172782120146797&cy=wp&il=1' width='480' height='350' name='flashticker' align='middle' /><div style='width: 480px;text-align:left;'><a href='http://www.slide.com/pivot?ad=0&tt=0&sk=0&cy=wp&th=0&id=216172782120146797&map=1' target='_blank'><img src='http://widget-6d.slide.com/p1/216172782120146797/wp_t000_v000_a000_f00/images/xslide1.gif' border='0' ismap='ismap' /></a> <a href='http://www.slide.com/pivot?ad=0&tt=0&sk=0&cy=wp&th=0&id=216172782120146797&map=2' target='_blank'><img src='http://widget-6d.slide.com/p2/216172782120146797/wp_t000_v000_a000_f00/images/xslide2.gif' border='0' ismap='ismap' /></a></div></div>
<p><font color="#ff0000"><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://bhorykotzen.wordpress.com/2007/03/07/hello-world/"><img src="http://img.youtube.com/vi/LxLpSKaiQHM/2.jpg" alt="" /></a></span></font></p>
<p><font color="#ff0000"><strong>Musik</strong> adalah bunyi yang diterima oleh individu dan berbeda-beda berdasarkan sejarah, lokasi, budaya dan selera seseorang. Definisi sejati tentang musik juga bermacam-macam:</font></p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><font color="#ff0000">Bunyi yang 	dianggap enak oleh pendengarnya </font></p>
</li>
<li><font color="#ff0000">Segala bunyi yang dihasilkan secara 	sengaja oleh seseorang atau kumpulan dan disajikan sebagai musik </font></li>
</ul>
<p><font color="#ff0000">Beberapa orang menganggap musik tidak berwujud sama sekali.</font></p>
<p><font color="#ff0000">Musik menurut Aristoteles mempunyai kemampuan mendamaikan hati yang gundah, mempunyai terapi rekreatif dan menumbuhkan jiwa patriotisme.</font></p>
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<h2><font color="#ff0000">Instrumen-instrumen musik</font></h2>
<ul>
<li><font color="#ff0000">Alat musik tradisional </font></li>
</ul>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><font color="#ff0000">Alat musik 	petik: gitar, kecapi, sasando, banjo, ukulele, mandolin, harpa, 	gambus </font></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><font color="#ff0000">Alat musik 	gesek: biola, rebab, cello </font></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><font color="#ff0000">Alat musik 	ketuk: organ, piano, harpsichord, </font></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><font color="#ff0000">Alat musik 	tiup: seruling, terompet, trombone, harmonika, pianika, recorder 	sopran, </font></p>
</li>
<li><font color="#ff0000">Alat musik pukul: tamborin, jidor, 	rebana, gamelan, </font></li>
</ol>
<ul>
<li><font color="#ff0000">Alat musik modern: gitar listrik, 	organ, akordeon, drum, </font></li>
</ul>
<h2><font color="#ff0000">Aliran-aliran musik</font></h2>
<p align="right">&nbsp;</p>
<p><font color="#ff0000">Berikut adalah daftar aliran/genre utama dalam musik. Masing-masing genre terbagi lagi menjadi beberapa sub-genre. Pengkategorian musik seperti ini, meskipun terkadang merupakan hal yang subjektif, namun merupakan salah satu ilmu yang dipelajari dan ditetapkan oleh para ahli musik dunia.</font></p>
<p><font color="#ff0000">Dalam beberapa dasawarsa terakhir, dunia musik mengalami banyak perkembangan. Banyak jenis musik baru yang lahir dan berkembang. Contohnya musik triphop yang merupakan perpaduan antara <em>beat-beat</em> elektronik dengan musik pop yang ringan dan enak didengar. Contoh musisi yang mengusung jenis musik ini adalah Frou Frou, Sneaker Pimps dan Lamb. Ada juga hip-hop rock yang diusung oleh Linkin Park. Belum lagi dance rock dan neo wave rock yang kini sedang <em>in</em>. banyak kelompok musik baru yang berkibar dengan jenis musik ini, antara lain Franz Ferdinand, Bloc Party, The Killers, The Bravery dan masih banyak lagi.</font></p>
<p><font color="#ff0000">Bahkan sekarang banyak pula grup musik yang mengusung lagu berbahasa daerah dengan irama musik rock, jazz dan blues. Grup musik yang membawa aliran baru ini di Indonesia sudah cukup banyak salah satunya adalah Funk de Java yang mengusung lagu berbahasa Jawa dalam musik rock.</font></p>
<p><font color="#ff0000"><font size="2"><strong>Musik tegalan</strong> adalah salah satu jenis aliran musik yang tumbuh di wilayah kota Tegal dan sekitarnya. Pelopor aliran musik ini adalah Hadi Utomo, Nurngudiono, dan Lanang Setiawan. Nama terakhir adalah musisi tegalan yang tercatat paling produktif menciptakan lagu-lagu tegalan, melalui cara indie label. Namun lantaran belum adanya pengakuan wilayah Tegal sebagai pusat budaya Jawa, menyebabkan musik tegalan hingga sekarang tidak masuk dalam salah satu genre musik musik daerah.</font></font></p>
<p><font size="2"><font color="#ff0000">Pengamat musik Tegal Joshua Igho BG menilai, beberapa pencipta lagu tegalan yang masih eksis saat ini tidak lebih hanya meramu musik Jawa, Cirebonan, dan dangdut yang yang yang dibumbui dengan lirik berbahasa Tegal. Hal tersebut dapat dimaklumi karena letak wilayah Tegal yang terapit di antara kultur Jawa Tengah dan Cirebon (Jawa Barat) sehingga musik yang dihasilkan merupakan percampuran dari kedua kultur tersebut. Dengan kata lain, musik Tegalan belum dapat disebut sebagai musik daerah, meski menggunakan lirik berbahasa daerah (Tegal)</font></font></p>
<h1 class="western"><font color="#ff0000"><font size="2"><strong>Tanjidor</strong></font></font></h1>
<p><img src="http://bhorykotzen.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/themes/advanced/images/spacer.gif" alt="More..." align="bottom" border="0" height="10" width="100%" /></p>
<p style="text-decoration:none;"><font color="#ff0000"><font size="2">Tanjidor adalah sebuah kesenian Betawi yang berbentuk orkes. Kesenian ini sudah dimulai sejak abad ke-19. Alat-alat musik yang digunakan baisanya terdiri dari penggabungan alat-alat musik tiup, alat-alat musik gesek dan alat-alat musik perkusi. Biasanya kesenian ini digunakan untuk mengantar pengantin atau dalam acara pawai daerah. Tapi pada umumnya kesenian ini diadakan di suatu tempat yang akan dihadiri oleh masyarakat Betawi secara luas layaknya sebuah orkes. </font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;text-decoration:none;"> <font color="#ff0000"><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://bhorykotzen.wordpress.com/2007/03/07/hello-world/"><img src="http://img.youtube.com/vi/0NViL36Xzik/2.jpg" alt="" /></a></span></font><font color="#ff0000"><font size="5"><strong><br />
</strong></font></font></p>
<p style="text-decoration:none;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:center;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:center;"><img src="http://bhorykotzen.files.wordpress.com/2007/03/dt22.jpg?w=734&#038;h=552" alt="dt22.jpg" height="552" width="734" /></p>
<h1 class="western" align="center"><font color="#ff0000">Lagu daerah</font></h1>
<p><strong><strong><font color="#ff0000">Lagu daerah</font></strong></strong><font color="#ff0000"> atau <em>musik daerah</em>, dalam artian istilahnya, adalah musik atau lagi yang dibuat oleh dan untuk orang-orang di daerah tertentu.</font></p>
<p><font color="#ff0000">Musik daerah muncul dan paling dapat bertahan dalam suatu komunitas yang belum terpengaruhi komunikasi massa dan komersialisasi budaya. Jenis seni ini umumnya dibudidayakan oleh keseluruhan komunitas (dan bukan dipertunjukkan hanya oleh orang-orang yang ahli dalam bermusik), dan disampaikan secara lisan dan informal.</font></p>
<p style="text-decoration:none;">&nbsp;</p>
<h1 class="western"><font color="#ff0000">Keroncong</font></h1>
<p><font color="#ff0000"><strong>Keroncong</strong> adalah sejenis musik Indonesia yang memiliki hubungan historis dengan sejenis musik Portugis yang dikenal sebagai fado. Sejarah keroncong di Indonesia dapat ditarik hingga akhir abad ke-16, di saat kekuatan Portugis mulai melemah di Nusantara. Keroncong berawal dari musik yang dimainkan para budak dan opsir Portugis dari daratan India (Goa) serta Maluku. Bentuk awal musik ini disebut <em>moresco</em>. </font></p>
<h2><font color="#ff0000">Buaya Keroncong</font></h2>
<p><font color="#ff0000">Salah satu tokoh Indonesia yang memiliki kontribusi cukup besar dalam membesarkan musik keroncong adalah bapak </font><font color="#ff0000">Gesang</font><font color="#ff0000">. Lelaki asal kota </font><font color="#ff0000">Surakarta</font><font color="#ff0000"> (Solo) ini bahkan mendapatkan santunan setiap tahun dari pemerintah Jepang karena berhasil memperkenalkan musik keroncong di sana. Salah satu lagunya yang paling terkenal adalah </font><font color="#ff0000">Bengawan Solo</font><font color="#ff0000">. Lantaran pengabdiannya itulah, oleh Gesang dijuluki &#8220;Buaya keroncong&#8221; oleh insan keroncong Indonesia, sebutan untuk pakar musik keroncong.</font></p>
<p><font color="#ff0000">Asal muasal sebutan itu berkisar pada lagu ciptaannya, <em>Bengawan Solo</em>. Bengawan Solo adalah nama sungai yang berada di wilayah Surakarta. Seperti diketahui, </font><font color="#ff0000">buaya</font><font color="#ff0000"> memiliki habitat di rawa dan sungai. </font><font color="#ff0000">Reptil</font><font color="#ff0000"> terbesar itu di habitanya nyaris tak terkalahkan, karena menjadi pemangsa yang ganas. Nah kira-kira pengandaian semacam itulah yang mendasari mengapa Gesang disebut sebagai &#8220;Buaya Keroncong&#8221;.</font></p>
<h2><font color="#ff0000">Alat-alat musik</font></h2>
<p><font color="#ff0000">Alat musik yang dipakai dalam orkes keroncong mencakup:</font></p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><font color="#ff0000">Cukulele, 	gitar akustik kecil berdawai 3 (nylon), urutan nadanya adalah G, B 	dan E </font></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><font color="#ff0000">Cak, gitar 	akustik kecil berdawai 4 (baja), urutan nadanya A, D, Fis, dan B. 	Jadi ketika alat musik lainnya memainkan tangga nada C, cak bermain 	pada tangga nada F (dikenal dengan sebutan <strong>In F</strong>) </font></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><font color="#ff0000">Gitar 	akustik </font></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><font color="#ff0000">Biola </font></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><font color="#ff0000">Flute </font></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><font color="#ff0000">Cello </font></p>
</li>
<li><font color="#ff0000">Bass </font></li>
</ul>
<p><font color="#ff0000">Penjaga ritme dipegang oleh cukulele dan bas. Gitar dan bas mengatur peralihan chord. Biola berfungsi menuntun melodi. Flute merupakan hiasan (</font><font color="#ff0000">ornamen</font><font color="#ff0000">) yang melayang-layang mengisi ruang melodi yang kosong.</font></p>
<h2><font color="#ff0000">Jenis-jenis keroncong</font></h2>
<p><font color="#ff0000">Musik keroncong lebih condong pada irama (progresi chord) dan jenis alat yang digunakan. Sejak pertengahan abad ke-20 telah dikenal paling tidak tiga macam keroncong, yang dapat dikenali dari pola progresi </font><font color="#ff0000">akordnya</font><font color="#ff0000">. Bagi pemusik yang sudah memahami alurnya, mengiringi lagu-lagu keroncong sebenarnya tidaklah susah, sebab cukup menyesuaikan <em>patern</em> yang berlaku. Jika kemudian akan dikembangkan, maka hendaklah tetap menjaga konsistensi <em>patern</em> tersebut.</font></p>
<h3><font color="#ff0000">Keroncong asli</font></h3>
<p><font color="#ff0000">Keroncong asli memiliki bentuk lagu A &#8211; B &#8211; C. Kebanyakan dibawakan sebanyak dua kuplet utuh (dari atas). Alur chordnya seperti tersusun di bawah ini:</font></p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><font color="#ff0000">| I , , , | 	I , , , | v , , , | V , , , | II , , , | II , , , | V , , , | V , , 	, | V , , , | V , , , | </font></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><font color="#ff0000">| IV , , ,| 	IV , , ,|IV , , , | V , , , | I , , , | I , , , | V , , , | V , , , 	| I , , , | IV , V , | </font></p>
</li>
<li><font color="#ff0000">| I , , , | IV , V , | I , , ,| I , , , 	| V , , , | V , , , | I , , ,| </font></li>
</ul>
<p><font color="#ff0000">Keroncong asli terkadang juga di awali oleh prospel terlebih dahulu.Prospel adalah seperti intro yang mengarah ke nada/chord awal lagu, yang dilakukan oleh alat musik melodi seperti seruling/flute, biola, atau gitar.</font></p>
<h3><font color="#ff0000">Langgam</font></h3>
<p><font color="#ff0000">Bentuk lagu langgam ada dua versi. Yang pertama A &#8211; A &#8211; B &#8211; A dengan pengulangan dari bagian A kedua. Beda sedikit pada versi kedua, yakni pengulangannya langsung pada bagian B. Meski sudah memiliki bentuk baku, namun pada perkembangannya irama ini lebih bebas diekspresikan. Penyanyi serba bisa Hetty Koes Endang misalnya, dia sering merekam lagu-lagu non keroncong dan langgam menggunakan irama yang sama, dan kebanyakan tetap dinamakan langgam. Alur chord-nya sebagai berikut:</font></p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><font color="#ff0000">| I , , , | 	IV , V , | I , , , | I , , , | V , , , | I , , , | I , , , | </font></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><font color="#ff0000">| I , , , | 	IV , V , | I , , , | I , , , | V , , , | I , , , | I , , , | </font></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><font color="#ff0000">|IV , , , | 	IV , V , | I , , , | I , , , | II , , , | II , , , | V , , ,| V , , 	,| </font></p>
</li>
<li><font color="#ff0000">| I , , , | IV , V , | I , , , | I , , 	, | V , , , | I , , , | I , , , | </font></li>
</ul>
<p><font color="#ff0000">Bentuk adaptasi keroncong terhadap tradisi musik gamelan dikenal sebagai </font><font color="#ff0000">langgam Jawa</font><font color="#ff0000">, yang berbeda dari langgam yang dimaksud di sini. Langgam Jawa memiliki ciri khusus pada penambahan instrumen antara lain siter, kendang (bisa diwakili dengan modifikasi permainan cello ala kendang), <em>saron</em>, dan adanya <em>bawa</em> atau <em>suluk</em> berupa introduksi vokal tanpa instrumen untuk membuka sebelum irama dimulai secara utuh.</font></p>
<h3><font color="#ff0000">Stambul</font></h3>
<p><font color="#ff0000"><strong>Stambul</strong> merupakan jenis keroncong yang namanya diambil dari bentuk sandiwara yang dikenal pada akhir abad ke-19 hingga paruh awal abad ke-20 di Indonesia dengan nama <em>Komedi stambul</em>. Nama &#8220;stambul&#8221; diambil dari </font><font color="#ff0000">Istambul</font><font color="#ff0000"> di </font><font color="#ff0000">Turki</font><font color="#ff0000">.</font></p>
<p><font color="#ff0000">Stambul memiliki dua tipe progresi akord yang masing-masing disebut sebagai Stambul I dan Stambul II. Stambul diawali oleh penyanyi itu sendiri, atau intro lagu bukan dari alat musik melainkan dari penyanyi tanpa iringan instrumen terlebih dahulu. Contoh: Stb. <em>Jauh Di Mata</em>, Stb.II <em>Dewa-dewi</em></font></p>
<p style="text-decoration:none;">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bhorykotzen.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bhorykotzen.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bhorykotzen.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bhorykotzen.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bhorykotzen.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bhorykotzen.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bhorykotzen.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bhorykotzen.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bhorykotzen.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bhorykotzen.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bhorykotzen.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bhorykotzen.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bhorykotzen.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bhorykotzen.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bhorykotzen.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bhorykotzen.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bhorykotzen.wordpress.com&amp;blog=850232&amp;post=1&amp;subd=bhorykotzen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bhorykotzen.wordpress.com/2007/03/07/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7eaf1fc9d29002d565668b7ac7ef3118?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bhorykotzen</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bhorykotzen.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/themes/advanced/images/spacer.gif" medium="image">
			<media:title type="html">More...</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bhorykotzen.files.wordpress.com/2007/03/dt22.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dt22.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
